Read Kenang-kenangan Seorang Wanita Pemalu: Kumpulan Cerita Pendek 1954-1961 by W.S. Rendra Online

kenang-kenangan-seorang-wanita-pemalu-kumpulan-cerita-pendek-1954-1961

Setelah melewati ujian waktu lebih separuh abad, sukar diabaikan bahwa sejumlah cerpen Rendra yang dihimpun dalam buku kumpulan cerpennya yang kedua ini masih bisa "dibaca" dan terasa "in" hingga sekarang. Puji Tuhan, cerpen-cerpen ini bisa panjang usia, awet muda, dan mungkin bakal melampaui batas umur pengarangnya. Sesungguhnya, tak terlalu banyak cerpen yang seberuntungSetelah melewati ujian waktu lebih separuh abad, sukar diabaikan bahwa sejumlah cerpen Rendra yang dihimpun dalam buku kumpulan cerpennya yang kedua ini masih bisa "dibaca" dan terasa "in" hingga sekarang. Puji Tuhan, cerpen-cerpen ini bisa panjang usia, awet muda, dan mungkin bakal melampaui batas umur pengarangnya. Sesungguhnya, tak terlalu banyak cerpen yang seberuntung cerpen-cerpen ini. Rendra boleh saja dan mustahak mengelak dinilai sebagai cerpenis yang bagus atau tidak - dulu dia bilang, "saya ingin mati sebagai rakyat yang penyair" -, namun sejumlah cerpennya sungguh tak bisa munafik serta tak punya secuil pun kuasa untuk menolak penilaian yang memang layak diterimanya. Cerpen-cerpen Rendra menyandang kedaulatannya sendiri, yang hadir tanpa terusik oleh hamburan harapan, rongrongan kecewaan, dan segala tetek-bengek nafsu pengarangnya. ...

Title : Kenang-kenangan Seorang Wanita Pemalu: Kumpulan Cerita Pendek 1954-1961
Author :
Rating :
ISBN : 9789792520859
Format Type : Paperback
Number of Pages : 201 Pages
Status : Available For Download
Last checked : 21 Minutes ago!

Kenang-kenangan Seorang Wanita Pemalu: Kumpulan Cerita Pendek 1954-1961 Reviews

  • Teguh Affandi
    2018-09-24 11:24

    Tidak terlalu berat, tekniknya juga tidak terlalu jungkir-balik, kisah-kisahnya keseharian yang kadang bisa ditemukan di sekitar kita. Sehingga buku ini rasanya cepat sekali habisnya. Saya membacanya cukup cepat. Karena memang kisahnya mudah dan tidak ada twist yang berarti. (Ini maaf, kalau tidak nama besar penulisnya sangat mungkin cerpen dengan gaya seperti ini akan mentah di meja redaksi).Saya tertarik mengomentari cerpen Hantu-Hantu yang Malang, menurutku cerpen terbaik dalam buku ini adalah cerpen ini. Tokoh seperti Sersan Harjo dan pelayannya akan ada dan mudah kita temukan. Tetapi mendengar ada hantu yang kalah saat menggoda dan menakut-nakuti perempuan itu baru antitesis dari fakta. Selain keseriusan, cerpen ini juga kocak. Penggambaran hantunya detail banget. Manisku, bibirmu adalah bulan Januari---> nggak tahu suka banget dengan sepotong kalimat dari buku ini.

  • Atique euqita
    2018-09-27 09:42

    Membaca karya-karya settingan tempo dulu rasanya menarik, teringat kisah2 para orang tua ataupun orang2 dewasa dimasa kecil saya saat mereka bercerita satu sama lain. 😊Buku ini kumpulan cerpen ws.rendra yang isinya natural dengan bahasa yang sederhana tapi tetap memikat.

  • PujP
    2018-09-20 07:26

    Cerpennya sederhana, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sayangnya goodreads belum punya halaman untuk edisi terbarunya.